Buku "Guns, Germs & Steel" Pertanyaan Besar tentang Ketimpangan Peradaban Mengapa sebagian bangsa mampu membangun kerajaan besar, mengembangkan teknologi, dan menguasai wilayah yang luas, sementara bangsa lainnya justru menjadi pihak yang ditaklukkan? Mengapa bangsa Eropa akhirnya mampu menaklukkan sebagian besar wilayah Amerika, padahal masyarakat asli benua tersebut juga memiliki peradaban, sistem pemerintahan, dan pengetahuan yang berkembang? Pertanyaan-pertanyaan inilah yang menjadi dasar pemikiran Jared Diamond dalam "Guns, Germs & Steel: The Fates of Human Societies". Diamond tidak menerima begitu saja penjelasan bahwa bangsa-bangsa yang menguasai dunia memiliki kecerdasan lebih tinggi atau kemampuan biologis yang lebih unggul. Ia berpendapat bahwa perbedaan nasib masyarakat lebih banyak dipengaruhi oleh kondisi geografis dan lingkungan yang mereka hadapi sepanjang sejarah. Ketersediaan tanaman pangan, hewan yang dapat didomestikasi, jalur penyebaran ...
Max Stirner Bagaimana jika manusia ternyata tidak hanya diperbudak oleh manusia lain, tetapi juga oleh gagasan yang hidup di dalam pikirannya sendiri? Pertanyaan radikal inilah yang menjadi inti pemikiran Max Stirner, salah satu filsuf paling kontroversial dari Jerman abad ke-19. Ia mempertanyakan hal-hal yang pada zamannya dianggap hampir tidak boleh disentuh: Tuhan, agama, negara, moralitas, masyarakat, bahkan gagasan tentang “kemanusiaan”. Bagi Stirner, manusia sering merasa telah meraih kebebasan ketika berhasil melepaskan diri dari satu bentuk kekuasaan, tetapi kemudian tanpa sadar menyerahkan dirinya kepada kekuasaan lain yang lebih abstrak. Pemikirannya yang tertuang terutama dalam The Ego and Its Own menjadikan Stirner sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah egoisme filosofis dan individualisme radikal. 1. Masa Kecil dan Nama Asli Max Stirner sebenarnya bukanlah nama asli filsuf ini. Ia lahir dengan nama Johann Caspar Schmidt pada 25 Oktober 1806 di Bayreuth, Kerajaan B...