![]() |
| Buku "Selected by Extraterrestrials" - William Mills Tompkins |
Buku "Selected by Extraterrestrials" karya William Mills Tompkins bukan sekadar memoar militer biasa; ini adalah pembukaan kotak Pandora mengenai sejarah tersembunyi teknologi manusia dan keterlibatan makhluk luar angkasa. Tompkins, yang memiliki ingatan fotografis dan kemampuan desain teknis yang luar biasa, mengklaim bahwa dirinya direkrut oleh angkatan laut AS untuk menjadi kurir informasi rahasia yang didapat dari spionase terhadap program kedirgantaraan Nazi Jerman. Narasi ini menantang segala hal yang kita ketahui tentang Perang Dunia II dan perlombaan antariksa yang terjadi sesudahnya.
Dalam tulisan ini, kita akan membedah pengakuan Tompkins secara mendalam namun santai. Kita akan menelusuri bagaimana seorang pemuda tanpa gelar teknik formal bisa menjadi tokoh sentral dalam pengembangan kapal induk luar angkasa dan bagaimana pengaruh entitas non-manusia—baik yang membantu maupun yang memanipulasi—bekerja di balik layar pemerintahan dunia. Siapkan kopi Anda, karena sejarah yang akan kita bahas ini jauh lebih liar daripada fiksi ilmiah mana pun.
1. Bakat Alami yang Membawa Petaka (atau Keberuntungan)
William Tompkins tidak memulai kariernya di laboratorium rahasia, melainkan dari hobi membuat maket kapal perang. Keajaibannya terletak pada detail; maket yang ia buat begitu akurat hingga intelijen Angkatan Laut curiga ia telah mencuri dokumen rahasia. Namun, alih-alih dipenjara, bakat "remote viewing" atau intuisi teknisnya yang luar biasa justru membuatnya direkrut ke dalam proyek yang jauh lebih gelap dan besar di Naval Air Station San Diego.
Di sini, Tompkins ditugaskan untuk membantu Laksamana Rico Botta. Tugasnya terdengar seperti plot film mata-mata: ia harus mendengarkan laporan dari agen-agen AS yang menyusup ke dalam fasilitas penelitian Nazi. Apa yang mereka temukan bukan sekadar mesin jet baru, melainkan teknologi antigravitasi yang diberikan oleh entitas reptilian kepada rezim Hitler. Tompkins harus meringkas data teknis yang "mustahil" ini dan menyebarkannya ke perusahaan kedirgantaraan AS untuk dipelajari.
2. Rahasia Gelap di Balik Teknologi Nazi
Poin inti dari bagian awal buku ini adalah pengungkapan bahwa Nazi tidak bekerja sendirian. Tompkins menjelaskan secara rinci bagaimana agen-agen AS melaporkan keberadaan makhluk "Reptilian" yang bekerja sama dengan ilmuwan Jerman di gua-gua bawah tanah Antartika. Nazi diberikan cetak biru untuk pesawat piring terbang (UFO) yang mampu melakukan perjalanan antar bintang, sesuatu yang saat itu berada ribuan tahun di depan teknologi sekutu.
Tompkins bertugas menerjemahkan konsep-konsep alien ini menjadi bahasa yang bisa dipahami oleh kontraktor pertahanan seperti Douglas Aircraft dan Lockheed. Ia menjelaskan bahwa teknologi ini bukan berbasis pembakaran bahan bakar fosil, melainkan manipulasi gravitasi dan ruang-waktu. Penemuan ini mengubah paradigma militer AS dari sekadar memenangkan perang di Bumi menjadi persiapan untuk ancaman (dan peluang) di luar angkasa.
3. Douglas Aircraft dan Think-Tank Rahasia
Setelah perang, Tompkins pindah ke Douglas Aircraft Company, di mana ia menjadi bagian dari kelompok pemikir (think-tank) yang sangat rahasia. Di dalam departemen desain teknik, ia mengerjakan proyek-proyek yang secara resmi tidak ada. Fokus utamanya adalah merancang kapal penjelajah antariksa (space cruisers) yang panjangnya mencapai beberapa kilometer. Ia menggambarkan suasana kerja yang penuh tekanan namun penuh dengan penemuan-penemuan yang mencengangkan setiap harinya.
Menariknya, Tompkins mengeklaim bahwa ia sering mendapatkan "bantuan" mental dari sekretaris-sekretarisnya yang cantik, yang ternyata adalah alien "Nordic" yang menyamar. Makhluk-makhluk ini, yang terlihat seperti manusia sempurna, memberikan ide-ide desain secara telepati untuk membantu umat manusia melawan dominasi Reptilian. Bagi Tompkins, ini adalah perang proksi antar peradaban alien yang menggunakan manusia sebagai pion di garis depan.
4. Perancangan Kapal Induk Luar Angkasa
Salah satu bab yang paling teknis dan memukau dalam buku ini adalah penjelasan mengenai desain kapal induk luar angkasa (Solar Warden). Tompkins merinci bagaimana kapal-kapal ini dirancang untuk beroperasi di luar atmosfer Bumi dalam jangka waktu lama. Bukan hanya soal mesin, ia menjelaskan logistik, sistem pendukung kehidupan, hingga persenjataan energi yang harus dipasang untuk menghadapi ancaman di luar tata surya kita.
Tompkins menegaskan bahwa apa yang kita lihat di program Apollo hanyalah "pertunjukan publik" untuk menenangkan massa. Sementara warga dunia terpaku pada pendaratan di bulan yang sederhana, program rahasia (Secret Space Program) sudah membangun armada kapal perang rahasia menggunakan teknologi yang jauh lebih maju. Kapal-kapal ini, menurutnya, dibangun di fasilitas bawah tanah yang sangat luas di wilayah gurun Amerika.
5. Peran Para "Nordic" yang Misterius
Interaksi Tompkins dengan alien tipe Nordic adalah elemen kunci dalam narasinya. Berbeda dengan Reptilian yang haus kekuasaan dan kontrol, kaum Nordic digambarkan sebagai sosok pembimbing. Mereka bekerja di posisi-posisi menengah di perusahaan besar seperti Douglas untuk memastikan umat manusia tidak tertinggal terlalu jauh dalam perlombaan teknologi galaksi. Mereka memberikan dorongan intelektual yang diperlukan agar manusia bisa mandiri.
Tompkins secara eksplisit menceritakan bagaimana sekretarisnya, Jessica, sering mengoreksi desain teknisnya dengan cara yang sangat halus. Tanpa bantuan "bisikan" dari Nordic ini, Tompkins yakin bahwa Amerika tidak akan pernah bisa mengejar ketertinggalan dari teknologi yang sudah dikuasai oleh faksi Nazi-Reptilian yang melarikan diri ke pangkalan bawah tanah di luar angkasa setelah kekalahan Jerman di permukaan.
6. Misi ke Bulan dan Kebenaran yang Ditutupi
Tompkins memberikan sudut pandang yang sangat kontroversial mengenai pendaratan di bulan tahun 1969. Ia mengeklaim bahwa saat Neil Armstrong mendarat, ada deretan piring terbang rahasia milik peradaban lain (Reptilian) yang sudah menunggu di pinggiran kawah, mengawasi dengan niat mengancam. "Mereka memberi tahu kita untuk menjauh," tulis Tompkins. Inilah alasan mengapa program bulan tiba-tiba dihentikan setelah hanya beberapa misi.
Ia juga menjelaskan bahwa Bulan sebenarnya bukan satelit alami, melainkan objek buatan yang berfungsi sebagai stasiun pengawas. Di bawah permukaannya terdapat fasilitas rahasia yang luas. Tompkins mengklaim ia melihat foto-foto resolusi tinggi yang menunjukkan struktur bangunan di sisi jauh bulan, namun semua bukti tersebut disensor dengan ketat oleh NASA sebelum sampai ke mata publik.
7. Solar Warden: Polisi Galaksi Manusia
Konsep "Solar Warden" adalah inti dari pengabdian Tompkins di industri kedirgantaraan. Ini adalah nama sandi untuk armada luar angkasa yang bertugas menjaga keamanan tata surya kita dari penyusup ekstraterestrial. Tompkins menjelaskan bahwa armada ini terdiri dari delapan grup tempur kapal induk yang sangat besar. Mereka beroperasi di bawah komando rahasia yang melampaui batas-batas negara mana pun di Bumi.
Materi ini menjelaskan betapa masifnya biaya dan sumber daya yang dikucurkan untuk program ini secara sembunyi-sembunyi. Tompkins berargumen bahwa "Black Budget" atau anggaran hitam pemerintah AS sebagian besar dialokasikan untuk memelihara armada ini. Mereka berfungsi sebagai "penjaga pantai" galaksi, memastikan tidak ada entitas luar yang mengganggu kedaulatan Bumi secara terang-terangan.
8. Manipulasi Reptilian terhadap Sejarah Manusia
Buku ini juga menyelami aspek filosofis dan sejarah yang kelam mengenai bagaimana kaum Reptilian telah memanipulasi umat manusia selama ribuan tahun. Tompkins menjelaskan bahwa makhluk-makhluk ini menggunakan teknologi kontrol pikiran dan sistem kepercayaan untuk menjaga manusia tetap dalam konflik dan kebodohan. Perang Dunia II, menurutnya, hanyalah salah satu skenario besar yang didorong oleh pengaruh mereka.
Tompkins memperingatkan bahwa tanpa kesadaran akan keberadaan mereka, manusia akan terus menjadi "sumber daya" bagi entitas tersebut. Ia menekankan pentingnya pengungkapan (disclosure) agar manusia bisa memahami posisi sebenarnya dalam hierarki kosmik. Pengaruh Reptilian ini, menurutnya, meresap hingga ke struktur kepemimpinan politik dan finansial dunia, menciptakan sistem penjara tanpa jeruji bagi penghuni Bumi.
9. Teknologi Perpanjangan Umur
Satu klaim Tompkins yang paling luar biasa adalah keberadaan teknologi perpanjangan umur yang dikembangkan di laboratorium rahasia. Ia menyebutkan bahwa obat-obatan tertentu yang dikembangkan dari riset alien dapat membuat seseorang kembali ke usia biologis 20-an dalam waktu singkat. Teknologi ini kabarnya sudah digunakan oleh elit global dan personel kunci dalam program ruang angkasa rahasia.
Tompkins sendiri mengeklaim bahwa ia ditawari teknologi ini namun tetap memilih untuk menua secara alami agar bisa berbagi ceritanya dengan dunia. Ia menjelaskan proses seluler di balik teknologi ini, di mana telomer pada DNA diperbaiki dan diregenerasi. Ini bukan sekadar fiksi ilmiah bagi Tompkins, melainkan produk nyata yang dihasilkan dari kolaborasi manusia dengan teknologi ekstraterestrial yang sangat maju.
10. Masa Depan Pengungkapan dan Harapan Manusia
Di bagian akhir buku, Tompkins menekankan bahwa waktunya bagi manusia untuk bangun telah tiba. Ia percaya bahwa tirai kerahasiaan mulai retak dan kebenaran tentang siapa kita serta siapa yang ada "di luar sana" tidak bisa lagi disembunyikan. Buku ini ditulis sebagai warisan terakhirnya untuk memicu rasa ingin tahu dan keberanian generasi mendatang untuk menuntut transparansi dari pemerintah mereka.
Meskipun narasi ini dipenuhi dengan ancaman dari kaum Reptilian, Tompkins tetap optimis. Dengan bantuan sekutu Nordic kita dan kebangkitan kesadaran manusia, ia percaya kita bisa mengambil alih kendali atas masa depan kita sendiri. "Selected by Extraterrestrials" bukan sekadar buku teori konspirasi; ini adalah panggilan untuk bertindak agar manusia tidak lagi menjadi spesies yang amnesia terhadap sejarah aslinya
Melalui narasi William Tompkins, kita diajak untuk melihat dunia dengan kacamata yang sama sekali baru—kacamata di mana batas antara bumi dan bintang hanyalah sebuah formalitas politik. Meskipun klaim-klaimnya terdengar fantastis dan sulit dipercaya bagi pikiran yang terbiasa dengan narasi arus utama, detail teknis dan sejarah hidupnya memberikan beban kredibilitas yang sulit diabaikan begitu saja. Ia menutup bukunya dengan sebuah pesan kuat bahwa pengetahuan adalah kunci utama untuk membebaskan diri dari belenggu manipulasi yang telah berlangsung selama berabad-abad.
Pada akhirnya, apakah kita memilih untuk mempercayai Tompkins sepenuhnya atau menganggapnya sebagai sebuah kisah imajinatif, satu hal yang pasti: buku ini memaksa kita untuk mempertanyakan otoritas dan sejarah resmi yang kita terima di bangku sekolah. Jika benar kita adalah bagian dari komunitas galaksi yang lebih luas, maka tanggung jawab kita bukan lagi sekadar menjaga planet ini, melainkan mempersiapkan diri untuk peran yang lebih besar di panggung alam semesta. Masa depan yang digambarkan Tompkins menanti, dan hanya mereka yang berani melihat kebenaranlah yang akan siap menghadapinya.





