Max Stirner: Filsuf yang Menantang Tuhan, Negara, dan Segala “Yang Suci”
Max Stirner Bagaimana jika manusia ternyata tidak hanya diperbudak oleh manusia lain, tetapi juga oleh gagasan yang hidup di dalam pikirannya sendiri? Pertanyaan radikal inilah yang menjadi inti pemikiran Max Stirner, salah satu filsuf paling kontroversial dari Jerman abad ke-19. Ia mempertanyakan hal-hal yang pada zamannya dianggap hampir tidak boleh disentuh: Tuhan, agama, negara, moralitas, masyarakat, bahkan gagasan tentang “kemanusiaan”. Bagi Stirner, manusia sering merasa telah meraih kebebasan ketika berhasil melepaskan diri dari satu bentuk kekuasaan, tetapi kemudian tanpa sadar menyerahkan dirinya kepada kekuasaan lain yang lebih abstrak. Pemikirannya yang tertuang terutama dalam The Ego and Its Own menjadikan Stirner sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah egoisme filosofis dan individualisme radikal. 1. Masa Kecil dan Nama Asli Max Stirner sebenarnya bukanlah nama asli filsuf ini. Ia lahir dengan nama Johann Caspar Schmidt pada 25 Oktober 1806 di Bayreuth, Kerajaan B...